Kamis, 22 Desember 2016

Motivasi,Pribadi dan Organisasi

MOTIVASI, PRIBADI, DAN ORGANISASI

Moderator     : Yeni Ernawati
Pembicara     : Firman Giri Febriyanto
1.    MOTIVASI
Motivasi hampir sama pengertiannya dengan motive, drives dan needs. Menurut Filmore H Sanford yang dikutip oleh Usman Efendi dan Juhaya S (1993 : 60) mengatakan bahwa motivasi akar katanya motif. Motif dapat diartikan sebagai kondisi (kekuatan/dorongan) yang menggerakkan organisme (individu) untuk mencapai tujuan atau beberapa tujuan Uzer Usman (1999 : 28) berpendapat bahwa motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan, sedangkan motif menurut Slameto (1995 :58) adalah menunjukkan suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut bertindak untuk melakukan sesuatu.
Dari beberapa pengertian motif di atas dapat diambil kesimpulan bahwa motif adalah suatu tenaga atau daya penggerak dari dalam diri individu, yang mendorong dan mempengaruhi seseorang untuk memulai serangkaian tingkah laku/tindakan. Motif ini memerlukan proses dan usaha untuk menggiatkan daya penggerak yang ada dalam diri individu. Dari proses untuk menggiatkan daya penggerak dalam diri individu dinamakan motivasi.
Hal ini senada dengan Uzer Usman (1999 : 28) bahwa motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan/tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan yang ada dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. Sementara menurut Muhibbin Syah (1995 : 136) motivasi adalah pendorong suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu. Dan motivasi menurut Mc. Donald yang dikutip oleh Sudirman AM (1996 : 73) adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap sesuatu.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah suatu proses atau usaha yang disadari untuk menggerakkan daya penggerak yang ada dalam diri seseorang untuk bertindak atau bertingkah laku dalam rangka mencapai tujuan dan memenuhi kebutuhan. Bila dikaitkan dengan tanggapan siswi, motivasi memegang peranan penting sebab dengan motivasi akan terjadi perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya perasaan menyenangi dalam suatu objek.
Fungsi Motivasi 
Motivasi mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu perbuatan. Demikian halnya bahwa motivasi akan menentukan intensitas usaha belajar siswi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas, baik dalam hal mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru atau memecahkan persoalan-persoalan pribadi.
Dan dapat diketahui bahwa motivasi mempunyai fungsi sebagai penggerak bagi seseorang untuk melakukan kegiatan. Untuk lebih jelasnya penulis akan mengemukakan fungsi motivasi menurut para ahli. Menurut Oemar Hamalik (2000 :175) menjelaskan bahwa suatu proses motivasi mempunyai fungsi yaitu :
  1. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan, artinya tanpa motivasi tidak akan timbul perbuatan.
  2. Sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang diinginkan.
  3. Sebagai penggerak, artinya besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu pekerjaan.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPAjjN8nyV0z0WtT1Kb-s8LmrMBFCQAaAnfAD-KPQFMv0aL2hif_qEZrKtnt0P0r9InQCqxdCDVS4fNBI-RYYG8ClCAkJVsBzwPzmX-w0KexqFoUpIizXEglOmsxs2Gp16dAcLJ3FeMtk/s320/Fungsi-Motivasi.jpg
Adapun fungsi motivasi dalam hal menumbuhkan kesadaran siswi untuk memakai jilbab dalam aktivitas di sekolah, dapat di amati dari penjelasan Sardiman AM (1996 : 85) sebagai berikut :
1) Motivasi mendorong manusia untuk berbuat, yakni sebagai penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. Bagi siswi, motivasi untuk memakai jilbab akan mendorong siswi untuk senantiasa menjalankan ajaran dan tuntutan agama Islam dalam aktivitas sehari-hari, baik di sekolah atau di rumah. Itu semua sebagai bukti keberhasilan proses pendidikan dalam segi pendidikan agama Islam, yang pada akhirnya merupakan pencapaian dari Tujuan Pendidikan Nasional.

2) Motivasi menentukan arah perbuatan kearah tujuan yang akan dicapai. Telah dijelaskan di atas bahwa tujuan pendidikan di Indonesia di antaranya adalah terbentuknya manusia yang beriman dan bertaqwa. Dengan demikian motivasi untuk memakai jilbab berkaitan erat dengan pembentukan manusia yang beriman dan bertaqwa, dan menjalankan ajaran agama merupakan bukti ketaqwaan.

3) Motivasi penting artinya dalam menyeleksi suatu perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan dan tepat untuk mencapai tujuan. Dengan motivasi untuk memakai jilbab, akan mengarahkan langkahnya untuk berlaku sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan tidak akan melakukan hal-hal menyimpang dari kegiatan tersebut bahkan akan terhindar dari perbuatan yang akan menghambat tercapainya tujuan.
Dengan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa motivasi sangat berguna untuk menggerakkan, mengarahkan, dan mendorong seseorang untuk melakukan kegiatan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Dan sesuai dengan penjelasan terdahulu, bahwa di dalam diri siswi ada dua jenis motivasi yang dominan, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ektrinsik. Sedangkan untuk menumbuhkan motivasi agar siswi mau memakai jilbab, hendaknya ditumbuhkan motivasi instrinsik sebab dengan motivasi ini akan lebih melekat dalam diri siswi atau tidak akan mudah digoyahkan oleh pengaruh luar dan akan lebih tegar dalam menghadapi tantangan dan hambatan.

Faktor- faktor yang mempengaruhi motivasi 
Menurut Mc. Donald yang dikutip oleh Sardiman AM (1996 : 793) ada tiga unsur yang berkaitan dengan motivasi yaitu :
  • Motivasi dimulai dari adanya perubahan energi di dalam diri manusia. Perkembangan motivasi akan membawa beberapa perubahan dalam diri manusia yaitu neuriphysiological yang ada pada organisme manusia, dan penampakannya akan menyangkut kegiatan fisik manusia.
  • Motivasi ditandai dengan munculnya perasaan/feeling, bawaan, afeksi seseorang. Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Sedangkan berkenaan dengan perasaan Agus Sujanto (1993 : 75) menyebutkan sifat-sifat perasaan itu berkenaan dengan senang tidak senang, kuat lemah, lama sebentar, relatif dan tidak berdiri sendiri.
  • Motivasi akan dirancang karena adanya tujuan. Motivasi dalam hal ini sebenarnya merupakan respon dari suatu stimulus dalam pencapaian tujuan. Motivasi muncul dalam diri seseorang secara otomatis, selain itu juga motivasi akan muncul karena adanya rangsangan dari luar.
Selanjutnya faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi menurut A.Hadisaputro (1986 : 11) adalah sebagai berikut :
1) Motivasi merupakan suatu tenaga yang dinamis bagi seseorang. Maksudnya walaupun motivasi sebenarnya sudah ada pada diri individu sendiri, akan tetapi untuk munculnya diperlukan adanya rangsangan baik dari dalam maupun yang berasal dari luar.
2) Motivasi ini sering kali ditandai dengan munculnya suatu keinginan yang penuh emosional.
3) Motivasi ini merupakan suatu reaksi pilihan (anticipatory) bagi tercapainya suatu tujuan dari pada tingkah lakunya. Manusia memiliki sejumlah perhatian terhadap lingkungannya dan motivasi ini merupakan pengarahan batiniyah terhadap suatu objek tertentu, dengan demikian sikapnya yang dilandasi motivasi ini merupakan sikap pilihan yang dianggapnya paling cocok tertuju kepada objek tingkah laku yang bersangkutan.
4) Motivasi berhubungan dengan sejumlah kebutuhan dalam diri seseorang yang memunculkan dorongan, sehingga dengan melakukan perbuatan tersebut kebutuhannya itu akan segera dapat terpenuhi dan memuaskan.
2.  PRIBADI
Dalam kehidupan ini sering kita mendengar tentang kepribadian, tapi apakah itu? untuk itu pada kesempatan kali ini kita akan belajar bersama-sama mengenai pengertian kepribadian. Silahkan di baca baik-baik bagian bawah ini.
A. Penjelasan tentang kepribadian
Kepribadian adalah keseluruhan sikap, ekspresi, perasaan, temparmen, ciri khas dan juga prilaku seseorang. Sikap perasaan ekspresi & tempramen tersebut akan terwujud dalam tindakan seseorang kalau di hadapkan kepada situasi tertentu. Setiap orang memiliki kecenderungan prilaku yang baku/berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang sedang di hadapi, sehingga jadi ciri khas pribadinya.
B. Unsur-unsur dari kepribadian
Unsur-unsur kepribadian, diantaranya meliputi:
1. Pengetahuan
Pengetahuan yaitu merupakan suatu unsur yang mengisi akal dan juga alam jiwa orang yang sadar. Di dalam alam sekitar manusia mempunyai/terdapat berbagai macam hal-hal yang diterimanya lewat panca inderanya  yang masuk kedalam berbagi sel-sel pada bagian tertentu dari otaknya. Serta didalam otak itu semuanya diproses menjadi susunan-susunan yang dipancarkan oleh individu kealam sekitar, yang dikenal dengan sebutan “persepsi” yaitu: “seluruh proses akal manusia yang sadar”. Ada kalanya suatu persepsi dapat diproyeksikan kembali menjadi suatu penggambaran yang berfokus tentang lingkungan yang mengandung bagian-bagian.
Penggambaran yang terfokus dengan secara lebih intensif yang terjadi sebab pemusatan secara lebih intensif di dalam pandangan psikologi biasanya disebut sebagai “Pengamatan”. Penggambaran mengenai lingkungan dengan fokus kepada bagian-bagian yang paling menarik perhatianya seringkali diolah dengan sutu proses dalam akalnya yang menghubungkannya dengan berbagai macam penggambaran lain yang sejenisnya, sebelumnya pernah diterima & diproyeksikan oleh akalnya, dan lalu muncul kembali sebagai kenangan. Dan juga penggambaran yang baru dengan pengertian yang baru dalam istilah psikologi sering disebut “Apersepsi”. Penggabungan & membandingkan-bandingkan bagian dari suatu penggambaran dengan bagian-bagian dari berbagai penggambaran lain yang sejenis secara konsisten berdasarkan dengan asas-asas tertentu.
Description: pengertian kepribadian
Apa itu kepribadian
Dengan proses-proses kemampuan untuk membentuk suatu penggambaran baru yang abstrak, yang dalam kenyataanya tak mirip dengan salah satu dari sekian macam-macam bahan konkret dari penggambaran yang baru. Demikian manusia dapat membuat suatu penggambaran mengenai tempat-tempat tertentu di muka bumi, padahal ia tidak pernah melihat ataupun mempersepsikan tempat-tempat itu. Penggambaran abstrak yang tadi dalam ilmu sosial sering disebut dengan “Konsep”. Cara-cara pengamatan yang menyebabkan bahwa penggambaran tentang lingkungan mungkin ada yang ditambah-tambah ataupun dibesar-besarkan, tapi ada pula yang dikurangi atau diperkecil pada bagian-bagian tertentu. Serta ada pula yang digabung dengan penggambaran-pengambaran yang lain sehingga menjadi penggambaran yang baru sama sekali, yang sebenarnya tak nyata. Dan penggambaran baru yang seringkali tak realistis dalam Psikologi sering disebut dengan “Fantasi”.
2. Perasaan
Selain pengetahuan, alam kesadaran manusia juga mengandung berbagai macam-macam perasaan. Sebaliknya, dapat juga digambarkan seorang individu yang melihat suatu hal yang buruk/mendengar suara yang tidak menyenangkan. Persepsi-persepsi tersebut dapat menimbulkan dalam alam kesadaranya perasaan negatif. Perasaan, disamping segala macam-macam pengetahuan agaknya juga mengisi alam kesadaran manusia setiap saat dalam hidupnya. Perasaan yaitu suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang karena pengetahuannya dinilai sebagai keadaan yang positif/negatif.
3. Dorongan Naluri
Kesadaran manusia mengandung berbagi perasaan-perasaan lain yang tak ditimbulkan karena diperanguhi dengan pengeathuannya, tapi karena memang sudah terkandung di dalam organismenya, khususnya di dalam gennya, sebagai naluri. Kemauan yang sudah meruapakan naluri sering disebut dengan “Dorongan”.
C. Dan inilah pengertian kepribadian  menurutpara pakar atau ahli
Dibawah ini pengertian kepribadian menurut para ahli, dapat kamu baca di bawah ini:
  • Menurut, Theodore R. Newcombe – Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.
  • Lalu menurut, Yinger – Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi.
  • Sedangkan menurut, Cuber – Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.
  • Dan menurut, M.A.W Bouwer – Kepribadian adalah corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini & sikap-sikap seseorang.
3.  ORGANISASI
Pengertian organisasi | Selamat pagi, pengertian organisasi yang umum kita dengar adalah sekumpulan orang yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama (J.R. Schermehorn). Pengertian organisasi berbeda dengan pengertian kelompok, akan tetapi apabila bila dilihat dari alasan atau sebab sebab orang berkelompok, maka apabila memiliki tujuan bersama maka kelompok tersebut akan bekerja sama untuk tujuan tersebut. Kemudian dilanjutkan oleh Bapak Chester J. Bernard bahwa pengertian organisasi adalah kerja sama dua orang atau lebih, suatu sistem dari aktivitas aktivitas (System from all activity) atau kekuatan kekuatan (Strength) perorangan yang dikoordinasikan secara sadar. Pengertian organisasi yang dikembangkan oleh Chester ini menekankan pada bagian koordinasi dan sadar yang memiliki sistem. Hal tersebut wajar dikarenakan tujuan bersama yang dibuat oleh setiap anggota organisasi haruslah secara sadar kritis terbangun dalam visi misi (baca pengertian visi misi) organisasi.
·         Pengertian organisasi menurut Philip Selznick bahwa organisasi adalah peraturan personil (arrangement of personal) guna mempermudah pencapaian beberapa tujuan yang telah ditetapkan  (for facilitating the accomplishment of some agreed purpose) melalui alokasi fungsi dan tanggung jawab (Through the allocation of functions and responsibilities).
·         Berdasarkan pengertian organisasi diatas dapat diambil beberapa poin  penting yaitu:
·         1. Kumpulan dua orang atau lebih
·         2. Kerja sama
·         3. Tujuan bersama
·         4. Sistem koordinasi kegiatan
·         5. Pembagian tugas dan tanggung jawab personil
·         Berdasarkan pendapat Thompson bahwa pengertian organisasi adalah sebuah integrasi anggota angota spesial yang sangat rasional dan impersonal (adil) yang bekerja sama (kooperasi) untuk mencapai tujuan tujuan spesifik yang telah diumumkan. Sedangkan menurut Bapak Robbins (1996) pengertian organisasi adalah entitas sosial yang terkoordinasi secara sadar dengan batas batas yang dapat diidentifikasi yang berfungsi untuk mencapai tujuan tujuan yang relatif berlanjut ataupun seperangkat tujuan. Kedua pengertian organisasi ini berbeda dari penekanannya tentang apa yang membentuk organisasi. Thompson menekankan terhadap anggota anggota yang rasional sedangkan Robbins menekankan terhadap entitas sosial yang terkoordinasi. Selain itu, tujuan dari organisasi pun berbeda, berdasarkan pengertian organisasi Thompson bahwa organisasi itu mencapai tujuan yang disuarakan atau diserukan maka kerja pemimpin dalam organisasi sangatlah penting sebagai penyampaian tujuan tujuan organisasi, sedangkan Robbins seluruh tujuan organisasi yang berlanjut atapun seperangkat tujuan tersebut

Berbicara Efektif

BERBICARA EFEKTIF

Moderator     : Indah Pradana Kusuma
Pembicara     : Jontario Zainudin

Berbicara efektif
Pengertian berbicara efektif :
Kemampuan menyampaikan sesuatu dengan lugas sehingga mudah utuk dipahami.
Fokus untuk berbicara efektif :
1.      Matching yhe communication to the message and audience
·        Sesuaikan dengan lawan bicara
·        Sampaikan pesan dengan siingkat dan padat
·        Hindari jenis bahasa yang menghambat
2.      Non verbal cues atau bahasa tubuh
·        Mata
·        Bahasa tubuh
·        Suara
3.      The appropriate use of humor
4.      Speech anxiety
a)      Preparation
·        Kenali pendengar
·        Buat catatan kecil
·        Antisipasi pertanyaan yang akan muncul
b)      Practice
c)       Acceptance
Hambatan dalam berbicara :
1.      Hambatan fisik
2.      Hambatan psikiologis
3.      Hambatan semantik
Cara untuk menumbuhkan berbicara efektif :
1.      Tumbuhkan minat pada pendengar
2.      Gunakan bahasa tubuh yang tepat
3.      Lihat respon pendegar
4.      Gunakan nada,frekuensi,dan intonasi yang tepat
5.      Libatkan pendengar dalam pembicaraan

Mendengar aktif

MENDENGAR AKTIF

Moderator :Ahmad saybu rizkipemberi materi: jontarian zainuri

mendengar aktif terpusat pada siapa yang Anda dengarkan, meskipun di dalam kelompok atau perorangan, dengan tujuan untuk mengerti apa yang ia katakan. Sebagai pendengar, Anda kemudian harus mungkin mengulang kembali dengan kata-kata Anda sendiri apa yang mereka katakan tentang kepuasan mereka. Ini tidak berarti Anda setuju, tetapi cenderung pada, mengerti apa yang mereka katakan.
  • Konsentrasikan perhatian Anda pada subyek.Berhenti dengan kegiatan yang tidak ada hubungannya sebelum berorientasi dengan diri Anda pada pembicara atau topik (pokok persoalan).
  • Pertimbangkan secara mental apa yang Anda sudah ketahui tentang subyek..Aturlah berdasarkan materi terdahulu dalam kaitan dengan pengembangan selanjutnya.
    (pelajaran-pelajaran sebelumnya, program televisi, artikel surat kabar, web sites, pengalaman hidup yang nyata sebelumnya, dan seterusnya)
  • Menghindarkan GangguanTempatkan diri Anda secara tepat dekat dengan pembicara.
    Menghindarkan gangguan dari ( sebuah jendela, tetangga yang cerewet, ribut, dan seterusnya).
  • Mengakui keadaan suatu emosiMenangguhkan emosi sampai nanti, atau berpartisipasi secara pasif kecuali kalau Anda dapat mengendalikan emosi.
  • Kesampingkan prasangka Anda, pendapat Anda.Anda sekarang belajar apa yang dikatakan pembicara , tidak cara lain di sekitar.
Mendengar secara aktif

  • Menjadi arah lain; berkonsentrasi pada komunikasi dengan orangIkuti dan pahami pembicara sebagaimana kalau Anda berjalan dengan sepatu mereka.
  • Dengar dengan telinga Anda tetapi juga dengan mata dan pengertian lain.
  • Hati-hati: menjawab secara lisan bagian-bagian di dalam pembicaraan.Biarkan argumentasi atau presentasi berlangsung sesuai dengan pelajaran.
    Jangan Anda menyatakan setuju atau tidak, tetapi mendorong melatih pikiran.
  • Melibatkan:Secara aktif menanggapi mengarahkan pertanyaan
    Gunakan posisi tubuh Anda ( misalnya, bersandar ke depan) dan perhatian pada dorongan dan tanda yang menarik dari pembicara.

Berfikir kritis

Berfikir Kritis
Moderator :Farah askiah
Pembicara     : M.Nury Haniv Lubis

Peran Mahasiswa :     1. Agent of Change
                                    2. Iron Stock
                                    3. Social Control

1.      Agent of Change, sebagai perubahan, mahasiswa bertindak bukan ibarat perubahan yang datang ke sebuah negeri lalu dengan gagahnya mengusir penjahat – penjahat, dengan gagah pula sang pahlawan pergi dari daerah tersebut diiringi tepuk tangan penduduk setempat. Dalam artian kita tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan tersebut.
2.      Iron Stock, Mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa diharapkan memiliki kemampuan, keterampilan, dan ahklak mulia untuk menjadi calon pemimpin siap pakai. Intinya mahasiswa itu merupakan asset cadangan dan harapan bangsa untuk massa depan.
3.      Social Control, peran mahasiswa sebagai social control terjadi ketika ada hal yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat. Mahasiswa sudah selayaknya memberontak terhadap kebusukan – kebusukan dalam birokrasi yang selama ini dianggap lazim. Laju jika mahasiswa acuh dan tidak perduli pada lingkungan, maka harapan seperti apa yang pantas di sematkan pada puncak mahasiswa?

Berfikir kritis adalah protes berfikir mental untuk menganalisis atau mengevaluasi informasi. Informasi tersebut dapat didapatkan dari hasil pengamatan, pengalaman, dan akal sehat atau komunikasi. Belajar untuk berfikir kritis berarti menggunakan proses – proses mental, seperti memperhatikan, mengkategorikan, seleksi dan menilai / memutuskan.

1.      Apatis, cuek atau acuh tak acuh, dimana seseorang tidak tanggap atau “cuek” terhadap aspek emosional, social, atau kehidupan fisik.
2.      Skeptis, sikap sinisme terhadap sesuatu sikap yang meragukan sesuatu sebelum yang bersangutan mencoba, membuktikan, dan mempelajarinya terlebih dulu, atau susunan dalam terminologi islam.
3.      Kritis, sebuah aliran pemikiran menekankan penilaian reflektif dan kritik dari masyarakat dan budaya dengan menerapkan pengetahuan dari ilmu – ilmu social.
4.      Pengalaman
5.      Pernyataan  seseorang

Berfikir logis  >> Proses berfikir dengan menggunakan logika, rasional.
Gegabah >> Proses berfikir tanpa menggunakan logika dulu.
1.      Sembrono, kurang hati – hati; gegabah,
2.      Lalai, jikapun ada sebuah kewajiban orang itu kurang hati – hati atau tidak mengindahkan.
3.      Gegabah, pola pikir kita tanpa logika, dan menerapkan aksi tersebut.

Kesalahan – kesalahan berfikir :
a.      Terpengaruh emosi.
b.      Ambigu
c.       Data tidak sesuai
d.      Over generation

Sehingga dalam berpikir kritis, harusmempunyai persepsi,
dimana persepsi ialah pikiran orang terhadap objek secara
subjektif.

Dengan berpikir kritis, kita bisa menjadi sebagai:
1. Informator
2. Motivator
3. Fasilisator
4. Evaluator

Alur dari berpikir kritis :
Persepsi >> Pola Pikir>>Keputusan

Dan sebagai mahasiswa kita harus :


Mendengar>>Berpikir>>Menentukan>>Berbicara>>Bergerak

Minggu, 18 Desember 2016

Persepsi

Jumat,9 Desember 2016
Moderator : rafika putri & bagus septian pemberi materi: arif iradat

PERSEPSI



Persepsi
 istilahpersepsidigunakan dalam bidang psikologi. Secara terminology sebagaimana dinyatakan Purwodarminto (1990: 759),pengertian persepsi adalah tanggapan langsung dari suatu serapan atau proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui pengindraan. Sedangkan dalam kamus besar psikologi, persepsi diartikan sebagai suatu proses pengamatan seseorang terhadap lingkungan dengan menggunakan indra-indra yang dimiliki sehingga ia menjadi sadar akan segala sesuatu yang ada dilingkungannya.
Menurut  Asrori (2009:214) pengertian persepsi adalah “proses individu dalam menginterprestasikan, mengorganisasikan dan memberi makna terhadap stimulus yang berasal dari lingkungan di mana individu itu berada yang merupakan hasil dari proses belajar dan pengalaman.” Dalam pengertianpersepsi tersebut terdapat dua unsur penting yakni interprestasi dan pengorganisasian. Interprestasi merupakan upaya pemahaman dari individu terhadap informasi yang diperolehnya. Sedangkan perorganisasian adalah proses mengelola informasi tertentu agar memiliki makna.

Persepsi merupakan suatu proses yang dipelajari melalui interaksi dengan lingkungan sekitar. Persepsi sesorang timbul sejak kecil melalui interaksi dengan manusia lain.  Sejalan dengan hal itu, Rahmat (1990:64) mendefiniskan pengertian persepsi sebagai: “pengalaman tentang objek, peristiwa atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan”. Kesamaan pendapat ini terlihat dari makna menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan yang memiliki keterkaitan dengan proses untuk memberi arti.

Menurut Slameto (2010:102) pengertianpersepsi adalah proses yang berkaitan dengan masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia, melalui persepsimanusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indera pengelihat, pendengar, peraba, perasa, dan pencium.

Menurut Sarlito Wirawan Sarwono (1983: 89), pengertian Persepsi adalah kemampuan seseorang untuk mengorganisir suatu pengamatan, kemampuan tersebut antara  lain: kemampuan untuk membedakan, kema mpuan untuk mengelompokan, dan kemampuan untuk memfokuskan. Oleh karena  itu seseorang bisa saja memiliki persepsi yang berbeda, walaupun objeknya sama. Hal tersebut dimungkinkan karena adanya perbedaan dalam hal sistem nilai dan ciri kepribadian individu yang bersangkutan.

Pengertian Persepsi
.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksudpersepsi adalah proses menerima, membedakan, dan memberi arti terhadap stimulus yang diterima alat indra, sehingga dapat memberi kesimpulan dan menafsirkan terhadap objek tertentu yang diamatinya.

SYARAT TERJADINYA PERSEPSI.

Menurut Walgito (1989:54) ada tiga syarat terjadinya persepsi yaitu :
  1. Adanya objek yang dipersepsi.
  2. Adanya alat indra atau reseptor.
  3. Adanya perhatian.

Adanya objek atau peristiwa sosial yang menimbulkan stimulus, dan stimulus mengenai alat indra (reseptor). Dalam hal ini objek yang diamati adalah perilaku keterampilan guru dalam penggunaan media pembelajaran, di sini siswa diminta memberikan suatu persepsi terhadapnya. Alat indra merupakan alat utama dalam individu mengadakan persepsi dan merupakan alat untuk menerima stimulus, tetapi harus ada pula  syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat syaraf yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Adanya perhatian dari individu merupakan langkah pertama dalam mengadakan persepsi. Tanpa perhatian tidak akan terjadi persepsi. Individu harus mempunyai perhatian pada objek yang bersangkutan. Bila telah memperhatikannya, selanjutnya individu mempersepsikan apa yang diterimanya dengan alat indra.


PROSES TERBENTUKNYA PERSEPSI.
Persepsi tidak terjadi begitu saja, tetapi melalui suatu proses. Walgito (1989:54) menyatakan bahwa terbentuknya persepsimelalui suatu proses, dimana secara alur proses persepsi dapat dikemukakan sebagai berikut: berawal dari objek yang menimbulkan rangsangan dan rangsangan tesebut mengenai alat indra atau reseptor. Proses ini dinamakan proses kealaman (fisik). Kemudian rangsangan yang diterima oleh alat indra dilanjutkan oleh syaraf sensoris ke otak. Proses ini dinamakan proses fisiologis. Selanjutnya terjadilah suatu proses di otak, sehingga individu dapat menyadari apa yang ia terima dengan reseptor itu, sebagai suatu rangsangan yang diterimanya. Proses yang terjadi dalam otak/pusat kesadaran itulah dinamakan dengan proses psikologis. Dengan demikian taraf terakhir dari proses persepsi ialah individu menyadari tentang apa yang diterima melalui alat indra (reseptor).
Persepsi merupakan bagian dari seluruh proses yang menghasilkan respon atau tanggapan yang dimana setelah rangsangan diterapkan keapada manusia. Subprosesnya adalah pengenalan,prasaan, dan penalaran.persepsi dan kognisi diperlukan dalam semua kegiatan psikologis. Rasa dan nalar bukan merupakan bagian yang perlu dari setiap situasi rangsangan-tanggapan, sekalipun kebanyakan tanggapan individu yang sadar dan  bebas terhadap satu rangsangan, dianggap dipengaruhi oleh akal atau emosi atau kedua-duanya.
Dalam proses persepsi, terdapat tiga komponan utama berikut:
1.    Seleksi adalah proses penyaringan oleh indra terhadap rangsangan dari luar, intensitas dan jenisnya dapat banyak atau sedikit.
2.    Interprestasi, yaitu proses mengorganisasikan informasi sehingga mempunyai arti bagi seseorang. Interprestasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pengalaman masa lalu, sistem nilai yang dianut, motivasi, kepribadian, dan kecerdasan. Interprestasi juga bergantung pada kemampuan seseorang untuk mengadakan pengkatagoriaan informasi yang kompleks menjadi sarjana.
3.    Interprestasi dan persepsi kemudian ditrjemahkan dalam bentuk tingkah laku sebagai rekasi (Depdikbud, 1985), dalam Soelaeman, 1987). Jadi, proses persepsiadalah melakukan seleksi, interprestasi, dan pembulatan terhadap informasi yang sampai.

JENIS JENIS PERSEPSI
Persepsi visual
Persepsi visual dari indera penglihatan yaitu mata. Persepsi ini adalah persepsi yang paling awal berkembang pada bayi dan memengaruhi bayi dan balita untuk memahami dunianya. Persepsi visual adalah hasil dari apa yang kita lihat, baik sebelum kita melihat atau masih membayangkan serta sesudah melakukan pada objek yang dituju.
Persepsi auditoria atau pendengaran
Persepsi auditori merupakan persepsi yang didapatkan dari indera pendengaran yaitu telinga. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang didengarnya.
Persepsi perabaan
Persepsi perabaan merupakan persepsiyang didapatkan dari indera perabaan yaitu kulit. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang disentuhnya atau akibat persentuhan sesuatu dengan kulitnya.
Persepsi penciuman
Persepsi penciuman merupakan persepsiyang  didapatkan dari indera penciuman yaitu hidung. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang cium.
Persepsi pengecapan
Persepsi pengecapan atau rasa merupakan jenis persepsi yang  didapatkan dari indera pengecapan yaitu lidah. Seseorang dapat mempersepsikan sesuatu dari apa yang ecap atau rasakan.


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSISESEORANG

Miftah Toha (2003: 154) menyatakan bahwa  faktor-faktor yang mempengaruhi persepsiseseorang adalah sebagai berikut :
a. Faktor internal: perasaan, sikap dan kepribadian individu, prasangka, keinginan atau harapan, perhatian (fokus), proses belajar, keadaan fisik, gangguan kejiwaan, nilai dan kebutuhan juga minat, dan motivasi.

b. Faktor eksternal: latar belakang keluarga, informasi yang diperoleh, pengetahuan dan kebutuhan sekitar, intensitas, ukuran, keberlawanan, pengulangan gerak, hal-hal baru dan familiar atau ketidak asingan suatu objek.


 terdapat 3 faktor yang mempengaruhipersepsi seseorang, yaitu:

1. Individu yang bersangkutan (pemersepsi)
Apabila seseorang melihat sesuatu dan  berusaha memberikan  interpretasi tentang apa yang dilihatnya itu, ia akan dipengaruhi oleh karakterisktik individual yang dimilikinnya seperti  sikap, motif, kepentingan,  minat, pengalaman, pengetahuan, dan harapannya.

2.  Sasaran dari persepsi
Sasaran dari persepsi dapat berupa orang, benda, ataupun peristiwa. Sifat-sifat itu biasanya berpengaruh terhadap pe rsepsi orang yang melihatnya. Persepsi terhadap sasaran bukan merupakan sesuatu yang dilihat secara teori melainkan  dalam kaitannya dengan orang lain yang terlibat. Hal tersebut yang menyebabkan seseorang cenderung mengelompokkan orang, benda, ataupun peristiwa sejenis dan memisahkannya dari kelompok lain yang tidak serupa.

3.  Situasi
Persepsi harus dilihat  secara kontekstual yang  berarti situasi dimana persepsi  tersebut timbul, harus mendapat perhatian. Situasi me rupakan faktor yang turut berperan dalam proses pem bentukan persepsi seseorang.
 faktor-faktor yang berperan dalam persepsi dapat dikemukakan beberapa faktor, yaitu:
 a. Objek yang dipersepsi Objek menimbulkan stimulus yang mengenai alat indera atau reseptor. Stimulus dapat datang dari luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat datang dari dalam diri individu yang bersangkutan yang langsung mengenai syaraf penerima yang bekerja sebagai reseptor

b. Alat indera, syaraf dan susunan syaraf Alat indera atau reseptor merupakan alat untuk menerima stimulus, di samping itu juga harus ada syaraf sensoris sebagai alat untuk meneruskan stimulus yang diterima reseptor ke pusat susunan syaraf, yaitu otak sebagai pusat kesadaran. Sebagai alat untuk mengadakan respon diperlukan motoris yang dapat membentuk persepsi seseorang

c. Perhatian Untuk menyadari atau dalam mengadakan persepsi diperlukan adanya perhatian, yaitu merupakan langkah utama sebagai suatu persiapan dalam rangka mengadakan persepsi. Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu sekumpulan objek

Faktor-faktor tersebut menjadikan persepsiindividu berbeda satu sama lain dan akan berpengaruh pada individu dalam mempersepsi suatu objek, stimulus, meskipun objek tersebut benar-benar sama.Persepsi seseorang atau kelompok dapat jauh berbeda dengan persepsi orang atau kelompok lain sekalipun situasinya sama. Perbedaan persepsi dapat ditelusuri pada adanya perbedaan-perbedaan individu, perbedaanperbedaan dalam kepribadian, perbedaan dalam sikap atau perbedaan dalam motivasi. Pada dasarnya proses terbentuknya persepsi ini terjadi dalam diri seseorang, namun persepsi juga dipengaruhi oleh pengalaman, proses belajar, dan pengetahuannya